Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Agustus 2017

Kisah Memilukan TKI di Taiwan, Diperkosa 5 Kali Seminggu oleh Majikan

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki banyak TKI di Taiwan.

Sebagai informasi bahwa saat ini jumlah TKI di Taiwan lebih dari 252.000 TKI.

Kisah Memilukan TKI di Taiwan, Diperkosa 5 Kali Seminggu oleh Majikan

Dengan jumlah yang banyak itu, bisa dimengerti jika setiap tahun, lebih dari 100 kasus penyerangan seksual terhadap pekerja migran yang dilaporkan di Taiwan.

Para pelakunya hampir selalu majikan para migran, kerabat terdekat, atau makelar penyalur kerja.

Wartawan BBC di Taiwan, Cindy Sui, melakukan reportase soal itu yang seperti yang dirangkum berikut ini.

Pada September 2016 lalu, seorang asisten rumah tangga di Taiwan merekam kejadian ketika dia diperkosa oleh majikannya yang memperkerjakannya untuk merawat sang ayah yang sudah renta.

Rekaman video itu diunggah ke Youtube, namun tak lama kemudian dicabut dari laman tersebut.

Terlihat majikan ART tersebut menyerang ART-nya, walau si perempuan sudah memohon menghentikan tindakan itu dan mencoba mendorongnya.

Rekaman itu telah dikirim pula oleh ART itu ke makelar agar agen penyalur kerja memindahkannya ke majikan lain, namun upaya itu sia-sia.

Dia lantas mengirim video itu ke seorang teman, yang lalu mengunggahnya ke media sosial demi mempublikasikan aksi kejahatan tersebut.

Kasus ini sontak membuat peristiwa penyerangan seksual terhadap warga Indonesia dan pekerja migran lainnya di Taiwan menjadi sorotan.

Cindy Sui berupaya menghubungi perempuan yang bersangkutan melalui dinas kesejahteraan sosial Taiwan yang memberikannya tempat penampungan.

Namun, dinas itu mengingatkan Cindy Sui bahwa perempuan itu tidak patut diwawancarai karena kasusnya sedang diinvestigasi dan kondisi emosional si perempuan tengah terguncang.

Meski demikian, seorang perempuan lain yang sedang memperjuangkan kasusnya di pengadilan sepakat angkat bicara asalkan BBC menyembunyikan identitasnya.

Perempuan itu berusia 22 tahun ketika datang pertama kali di Taiwan untuk mendapatkan uang demi menopang keluarganya.

Sebut saja namanya Esti.

Namun, tak lama setelah mulai bekerja di sebuah restoran, dia mengklaim adik majikannya memperkosanya.

Pria tersebut adalah orang yang mengantarnya ke restoran setiap pagi sehingga dia bisa menyiapkan makanan sebelum staf lain dan para pelanggan datang.

"Pertama kali dia memperkosa saya ketika satu atau dua bulan setelah saya mulai bekerja di sana," kata Esti.

"Peristiwa itu terjadi pada pagi hari setelah dia mengantarkan saya ke restoran. Tiada orang lain di sana. Saya tidak bisa menghentikan dia dan tidak bisa minta tolong. Saya hanya bisa menangis…Saya pikir dia hanya melakukan itu satu kali..Namun itu terjadi lagi dan lagi. Dia memperkosa saya tiga hingga lima kali dalam seminggu," paparnya.

Awalnya, Esti tidak mengerti bahasa Mandarin, tidak tahu ke mana harus meminta tolong, dan bahkan dia tidak punya telepon seluler atau punya waktu untuk berteman.

Selagi, tindak pemerkosaan berlanjut, dia tidak menceritakannya ke siapa pun, termasuk ke majikan atau makelar penyalur kerja.

"Mereka akan mengatakan itu salah saya. Saya takut mereka akan mengirim saya pulang. Saya baru tiba di sini. Saya berutang Rp25 juta kepada makelar. Saya harus membayar utang setiap bulan dan jumlahnya lebih dari utang sebenarnya karena mencakup bunga. Saya takut jika mereka mengirim saya pulang, saya tidak sanggup membayar utang," tutur Esti.

Seperti kebanyakan pekerja migran lainnya, Esti juga berutang kepada makelar penyalur kerja asal Indonesia yang mencarikannya pekerjaan dan membelikannya tiket pesawat.

Ditambah bunga, utang Esti mencapai Rp40 juta, jumlah yang baru bisa dibayar Esti setidaknya selama setahun dari menyisihkan gaji.

Selain membayar utang ke makelar asal Indonesia, Esti juga harus membayar biaya bulanan dan pungutan liar kepada makelar Taiwan.

Perasaan malu juga membuat Esti tidak menceritakan derita yang dia alami kepada siapa pun, termasuk keluarganya.

"Di kampung halaman orang-orang berpikir bahwa perempuan yang telah diperkosa itu kotor. Saya merasa malu dan kotor. Saya khawatir orang-orang akan memandang saya dengan rendah. Saya tidak ingin bercerita kepada siapa pun. Bahkan hingga kini saya tidak bercerita kepada ibu saya karena dia akan sangat sedih jika tahu," kata Esti.

Esti mengaku tiada seorang pun yang curiga dengan adik majikannya.

"Dia berpura-pura tidak mengenal saya ketika ada orang lain di sekitar," ujarnya.

Esti jarang berinteraksi dengan orang lain, meskipun dia bekerja di sebuah restoran yang padat pengunjung.

"Jam kerja saya sangat lama. Saya mulai bekerja pukul 06.00 untuk menyiapkan makanan bagi pengunjung dan bersih-bersih sampai pukul 22.00 atau 23.00.

“Pada akhir pekan, bisa lebih lama. Saya tidak bisa bicara kepada siapapun saat bekerja, majikan ingin saya terus bekerja. Selama 16 bulan saya bekerja di sana, saya hanya punya satu hari libur pada Hari Raya Imlek. Saya harus bekerja bahkan ketika saya sakit," papar Esti.

Pemerintah Taiwan tidak memastikan para pekerja migran mendapat waktu libur secara rutin atau meninjau kesejahteraan mereka.

Urusan semacam itu diserahkan kepada makelar penyalur kerja, yang hanya peduli pada kepentingan majikan.

Sejumlah kelompok pelindung hak asasi manusia mengatakan peristiwa yang menimpa Esti bukan satu-satunya kasus yang terjadi di Taiwan.

"Mereka terlalu takut mengadu kepada polisi, utamanya karena gaji mereka dikurangi atau disimpan oleh majikan. Mereka harus membayar biaya makelar yang tinggi, harus membayar utang, dan mesti menopang keluarga. Mereka tidak bisa pulang. Mereka tidak bebas," kata Suster Wei Wei, salah seorang pegiat HAM dari organisasi Rerum Novarum Center.

Manakala para pekerja migran melaporkan tindak kejahatan yang menimpa mereka, biasanya terlambat.

"Biasanya (pelaporan) terjadi bukan dalam periode emas, dalam kurun 72 jam setelah peristiwa terjadi sehingga dokter masih bisa mengambil sampel sperma dari tubuh mereka. Mereka mungkin diserang pada hari Selasa, namun mereka tidak melaporkannya sampai libur hari Minggu," kata Suster Wei Wei.

"Banyak pekerja migran disuruh majikan mereka untuk mandi terlebih dulu setelah diserang secara seksual dan mencuci semuanya untuk memusnahkan bukti. Dengan demikian, yang kerap terjadi dalam kasus migran, buktinya kurang sehingga jaksa tidak pernah mengajukan tuntutan…Hanya segelintir majikan yang didakwa dan mereka biasanya hanya diberi sanksi atau mereka membayar korban dengan jumlah kompensasi yang kecil."

Dari 25 kasus yang ditangani organisasi tempat Suster Wei Wei bernaung, hanya tiga perempuan migran yang berhasil mendakwa pemerkosa mereka.

Kemudian, dari tiga kasus itu, hanya satu yang dihukum penjara.

Adapun perempuan yang sepakat diberi kompensasi cepat-cepat disuruh pulang ke negara mereka.

Hukum yang berlaku di Taiwan saat ini tidak mengharuskan makelar penyalur kerja untuk melaporkan kejahatan.

Dalam jawaban tertulis untuk pertanyaan-pertanyaan yang diajukan BBC, Biro Ketenagakerjaan dan Pelatihan Kejuruan (BEVT) dari Kementerian Tenaga Kerja Taiwan menyatakan pemerintah memiliki sistem untuk melindungi para migran.

"Negara kami telah menciptakan sebuah sistem yang patut dan lengkap untuk melindungi hak-hak migran," sebut biro itu dalam pernyataan tertulis.

Perlindungan hak-hak migran yang dimaksud mencakup pemberian informasi hak-hak migran sebelum mereka meninggalkan negara masing-masing dan ketika mereka tiba di bandara di Taiwan. Kemudian, keberadaan saluran telepon yang bisa dihubungi untuk melaporkan pelecehan seksual, pemberlakuan wawancara kepada migran saat pulang, dan mengizinkan para migran beralih majikan jika mereka bisa membuktikan telah diserang.

Akan tetapi, sejumlah LSM mengatakan sistem tersebut jelas tidak berfungsi.

Setahun setelah bekerja di restoran, Esti membayar utang-utangnya dan kabur. Dia kemudian menemukan dua pekerjaan lain dan bekerja secara ilegal tanpa melalui jasa makelar.

Esti kemudian memutuskan meninggalkan Taiwan dan mengungkapkan peristiwa yang dialaminya saat ditanya alasan dia meninggalkan pekerjaan pertamanya.

Seperti yang dialami para korban penyerangan seksual lainnya, dia langsung ditempatkan di sebuah lokasi penampungan dan didampingi pengacara. Namun, setahun kemudian, kasusnya terombang-ambing.

(Baca juga: Berkah dan Masalah TKI dari Arab Saudi)

Jaksa penuntut umum memutuskan tidak mengajukan tuntutan karena mereka meyakini klaim adik mantan majikan Esti bahwa hubungan seksual terjadi atas dasar suka sama suka.

"Dia berani mengatakan itu terjadi atas kemauan bersama. Saya benar-benar merasa sakit. Saya harap dia dihukum atas apa yang dia lakukan kepada saya," kata Esti.

Pengacara Esti telah mengajukan banding. Namun, jika jaksa menolak membuka kembali investigasi, kasus Esti akan ditutup.

Karena merasa frustrasi, Esti ingin menyerah dan pulang ke Indonesia.

"Saya ingin mendirikan usaha kecil dan memperkerjakan warga Indonesia sehingga kita bisa bekerja di Indonesia dan tidak harus pergi ke negara lain untuk bekerja," ujar Esti.
Share:

BNP2TKI Bebaskan Biaya untuk TKI Taiwan

Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menggratiskan biaya bagi tenaga kerja Indonesia yang akan bekerja di Kota Taichung, Taiwan. Biaya tersebut akan dibebankan pada pengguna TKI.

BNP2TKI Bebaskan Biaya untuk TKI Taiwan

"Untuk pertama kalinya dalam sejarah, BNP2TKI menempatkan TKI ke Taiwan secara zero cost alias tanpa biaya," kata Nusron di kantor BNP2TKI, Jakarta, Senin (12/6).

Biaya yang digratiskan tersebut meliputi biaya pelatihan, tiket pesawat, biaya agen, tes kesehatan, Alient Resident Cerificate (ARC), dan asuransi.

Saat ini kebijakan baru dijalankan di satu kota, namun BNP2TKI akan mengupayakan berlaku di seluruh Taiwan. Untuk mewujudkannya, Nusron mengaku akan pergi ke Taiwan sekaligus bertemu dengan para TKI di sana.

"Tentunya akan kita jadikan policy pressure agar kebijakan diadopsi dan dijadikan kebijakan umum pemerintah Taiwan," katanya.

Biaya yang selama ini harus ditanggung ini menurut Nusron selama ini sangat membebani calon TKI. Untuk bisa bekerja di luar negeri setidaknya butuh biaya Rp17 juta untuk setiap orang.

Jumlah tersebut menurutnya tidak bisa dibilang kecil, mengingat sebagian besar calon TKI berasal dari pedesaan dan memiliki keterbatasan ekonomi.

Nusron mengatakan tidak sedikit TKI yang harus berhutang untuk menutup biaya tersebut agar bisa bekerja. Para TKI semakin terbebani karena gajinya harus dipotong selama berbulan-bulan untuk membayar hutang tersebut.
Share:

Minggu, 20 Agustus 2017

Mega Proyek Meikarta Mulai Dibangun, Proyek Ambisius Lippo yang Akan Kalahkan Jakarta

Dengan total nilai investasi mencapai Rp 278 triliun, Meikarta akan menjadi kota modern raksasa dengan infrastruktur yang diklaim paling lengkap di Asia Tenggara.

Grand Launching kawasan yang akan dikembangkan dengan konsep hunian terintegrasi (integrated) ini dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-72, Kamis (17/8/2017).

Mega Proyek Meikarta Mulai Dibangun, Proyek Ambisius Lippo yang Akan Kalahkan Jakarta

Chief Marketing Officer (CMO) Lippo Homes Jopy Rusli mengatakan bahwa Meikarta adalah kota baru yang dibangun pengembang Lippo dan merupakan proyek terbesar yang pernah dibangun Lippo Group.

Dirancang oleh konsultan arsitektur dan desain internasional DP Architects yang berbasis di Singapura, Meikarta menghadirkan desain, infrastruktur, dan kecanggihan berskala internasional dan bisa menjadi kota terindah dan terlengkap di Asia Tenggara.

“Berdiri di atas lahan 2.200 hektar, Kota Meikarta akan memiliki 100 gedung pencakar langit, mulai dari office tower, apartemen Meikarta, shopping mall, rumah sakit, sekolah, hingga hotel bintang 5 Townshop baru,” tutur Jopy, saat Grand Launching Kota Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Kamis (17/8/2018).

Langham Hospitality Group, perusahaan asal London, Inggris, bahkan telah menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan Meikarta untuk menjadi operator hotel di kawasan Meikarta.

Penandatanganan kerjasama itu dilakukan Presiden Meikarta Ketut Budi Wijaya dan Development Manager Langham Hospitality Group, Celia Lian, Kamis (10/8) lalu di Jakarta.

MERIAH --- Suasana meriah menyambut Grand Launching Meikarta di MaxxBox Lippo Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (17/8/2017).

400.000 Rumah

Dalam pembangunannya, pengembang Meikarta melakukannya secara bertahap. Tahap pertama pembangunan di atas lahan seluas 22 Juta m² di luar lahan parkir yang rencananya akan dibangun selama 3 tahun. Pada pembangunan tahap pertama itu juga akan ada 400.000 rumah yang ditargetkan akan selesai tahun 2020 serta 50 gedung siap huni mulai 2018 mendatang.

Selain membangun berbagai jenis hunian, pengembang juga akan melengkapinya dengan berbagai fasilitas yang dibutuhkan masyarakat di kota mandiri ini, antara lain tujuh pusat perbelanjaan dengan luas total 1,5 juta m2, pusat kesehatan dan rumah sakit internasional, pusat keuangan internasional, 10 hotel internasional berbintang lima, perpustakaan nasional, opera theatre and art centre, sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMA yang bertaraf nasional dan internasional.

Meikarta juga akan dilengkapi dengan pusat riset industri dan international exhibition centre. Selain itu akan ada juga akan Indonesian Silicon Valley, innovative infrastructure & transportation, high tech CBD & research hub, business & commercial hub, green sustainable living, serta center for the arts, culture & education.

"Saat ini kita sudah bangun Central Park, taman ruang terbuka hijau seluas 100 hektar yang menjadi ciri khas Meikarta. Selain ada pohon rindang, di tengahnya ada danau buatan seluas 25 hektar yang mampu menampung kapasitas air hingga 300.000 kubik," papar Jopy.

Kota Meikarta

- Lokasi: Cikarang, Kabupaten Bekasi

- Nilai investasi: Rp 278 triliun

- Luas lahan: 2.200 hektar

- Tahap pertama: 400.000 rumah selesai tahun 2020, 50 gedung siap huni mulai 2018.

- Kelengkapan: 100 gedung pencakar langit berupa office tower, apartemen, shopping mall, rumah sakit, sekolah, hingga hotel bintang lima, pusat riset industri, dan international exhibition centre, dll.
Share:

Arsip Blog

Featured Post

INFO PENTING, Pertolongan Pertama Pada STROKE

Orang yang kena STROKE mendadak (jatuh dr WC dan sebagainya), pembuluh darah ke otak akan pecah sedikit demi sedikit. Ingat,untuk menga...